FTC Melanjutkan Pertempuran Antitrust dengan Meta

17

Komisi Perdagangan Federal (FTC) mengajukan banding atas keputusan pengadilan sebelumnya yang menolak gugatan antimonopoli terhadap Meta (sebelumnya Facebook), sehingga memicu kembali pertarungan hukum atas akuisisi Instagram dan WhatsApp oleh perusahaan tersebut. Banding tersebut, yang diajukan pada hari Selasa, menantang keputusan Hakim James E. Boasberg pada bulan November, yang menyatakan bahwa Meta tidak melanggar undang-undang antimonopoli ketika membeli dua platform sosial tersebut lebih dari satu dekade lalu.

Kasus Pemerintah

FTC menuduh Meta sengaja menghilangkan persaingan yang muncul dengan mengakuisisi Instagram pada tahun 2012 senilai $1 miliar dan WhatsApp pada tahun 2014 senilai $19 miliar. Menurut agensi tersebut, pembelian ini merupakan langkah strategis untuk membungkam platform pesaing sebelum mereka dapat menantang dominasi Meta di jejaring sosial. FTC berpendapat bahwa akuisisi ini melanggar peraturan antimonopoli yang dirancang untuk melindungi persaingan pasar.

Pembelaan Meta dan Keputusan Awal Pengadilan

Meta menegaskan bahwa tindakannya adalah keputusan bisnis yang sah dalam lanskap yang sangat kompetitif. Perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka menghadapi saingan yang kuat, termasuk TikTok dan YouTube, yang menurut Hakim Boasberg dalam putusan aslinya sebagai bukti yang melemahkan klaim pemerintah atas monopoli Meta. Hakim menyimpulkan bahwa pertumbuhan platform alternatif ini melemahkan argumen bahwa akuisisi Meta menghilangkan ancaman yang dapat dipercaya.

Implikasi yang Lebih Luas bagi Teknologi Besar

Kasus ini merupakan bagian dari upaya regulator yang lebih luas untuk mengekang kekuasaan perusahaan teknologi besar. Selama dua tahun terakhir, pemerintah telah meraih kemenangan antimonopoli melawan Google, dan pengadilan menyetujui bahwa perusahaan tersebut memegang monopoli dalam teknologi pencarian dan periklanan online. Tuntutan hukum terpisah juga sedang berlangsung terhadap Amazon dan Apple atas masalah serupa. Permohonan FTC terhadap Meta menandakan komitmen berkelanjutan untuk meneliti akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan Teknologi Besar dan memastikan praktik pasar yang adil.

Persidangan yang berlangsung selama enam minggu ini mencakup kesaksian dari CEO Meta Mark Zuckerberg dan salah satu pendiri Instagram Kevin Systrom, yang menggarisbawahi besarnya risiko yang terlibat dalam sengketa hukum ini. FTC berharap pengadilan banding akan membatalkan keputusan awal dan menjadi preseden untuk penegakan antimonopoli yang lebih ketat di industri teknologi.

Hasil dari seruan ini dapat secara signifikan mengubah cara regulator melakukan pendekatan terhadap merger dan akuisisi di era digital, dan menetapkan tolok ukur baru untuk menilai perilaku anti-persaingan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan teknologi dominan.