ETF Berkinerja Tinggi: Mengapa Pemenang Tahun Lalu Mungkin Bukan Pilihan Terbaik Anda

8

Daya tarik dari dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) dengan kinerja terbaik memang kuat, namun mengejar keuntungan kemarin bisa menjadi langkah yang berisiko. Meskipun ETF menawarkan fleksibilitas perdagangan intraday – tidak seperti reksa dana yang hanya diperdagangkan sekali sehari – volatilitasnya yang tinggi dan fokus pada ceruk pasar seringkali membuatnya tidak cocok untuk investor jangka panjang.

Mengapa ETF Teratas Bisa Menyesatkan

Analisis terbaru oleh CNBC mengidentifikasi ETF dengan imbal hasil luar biasa pada tahun 2025, secara signifikan melampaui kenaikan S&P 500 sebesar 16,4%. Namun, keuntungan ini sering kali didorong oleh strategi khusus dan jangka pendek, bukan tren pasar yang luas.

Menurut Jeff Ptak dari Morningstar Research Services, banyak dari pemain terbaik ini adalah “niche, hyper-volatile, gimmicky” dan harus memainkan peran minimal dalam portofolio yang bijaksana dan berjangka panjang. Sifat perdagangan mereka yang berfrekuensi tinggi berarti mereka dirancang untuk spekulasi harian, bukan strategi beli dan tahan.

Risiko Hiper-Volatilitas

Dana yang menghasilkan keuntungan tertinggi sering kali dimaksudkan untuk disimpan hanya untuk satu hari, seperti dijelaskan Roxanna Islam dari TMX VettaFi. Mencoba untuk menahan instrumen-instrumen yang mudah berubah-ubah ini untuk jangka waktu yang lebih lama dapat membuat investor menghadapi risiko yang tidak perlu.

Artinya, meskipun kinerja di masa lalu tampak menggiurkan, namun kecil kemungkinannya akan menghasilkan kesuksesan berkelanjutan bagi rata-rata investor.

Tempat Berinvestasi

Bagi sebagian besar investor, ETF pasar luas seperti Vanguard Total Stock Market (VTI) atau Schwab US Dividend Equity (SCHD) menawarkan solusi yang lebih stabil dan tepat. Charles Schwab menyarankan bahwa ETF berkinerja tinggi paling cocok untuk pedagang harian aktif yang mencari eksposur khusus dan efisiensi pajak.

Jika Anda tidak cocok dengan profil tersebut, reksa dana atau dana indeks umumnya merupakan pilihan yang lebih aman dan efektif.

Berinvestasi pada ETF dengan kinerja terbaik tidak menjamin keuntungan di masa depan, dan dalam banyak kasus, strategi ini lebih baik diserahkan kepada spekulator jangka pendek.