Sejarah Minyak Bumi Barat: Dari Tempat Perlindungan Pajak Armand Hammer hingga Raksasa Energi Global

14

Occidental Petroleum Corporation adalah perusahaan penghasil minyak bumi besar Amerika yang berkantor pusat di Los Angeles. Sejarahnya adalah kisah tentang dua strategi yang sangat berbeda. Ini dimulai sebagai pengebor kecil yang tidak menguntungkan. Ini berakhir sebagai konglomerat energi dan kimia internasional yang terdiversifikasi. Titik porosnya adalah Armand Hammer.

Pada tahun 1920, Occidental didirikan di Los Angeles. Selama beberapa dekade, hal ini sebagian besar merupakan proposisi yang kalah. Pandangan suram itulah yang menarik perhatian Hammer. Dia adalah seorang pengusaha internasional yang mencari perlindungan pajak. Dia membeli saham pengendali pada tahun 1957. Dia bermaksud menggunakan perusahaan tersebut untuk meminimalkan pajak. Dia segera membatalkan rencana itu. Rig-rignya mencapai cadangan minyak mentah yang kaya di California selatan. Uangnya berubah.

Dengan aliran modal yang masuk, Hammer bergerak cepat. Dia mengakuisisi perusahaan pengeboran lain. Kemudian, pada tahun 1961, Occidental menemukan deposit gas alam yang sangat besar di dekat Stockton di California utara. Temuan-temuan ini tidak hanya sekedar mengisi pundi-pundi uang. Mereka mendorong ekspansi. Perusahaan ini menjangkau lebih dari sekedar minyak dan gas. Itu terjadi di luar Amerika Serikat. Dari tahun 1960an hingga 1980an, Occidental merambah ke pertambangan batubara. Ini memasuki pembuatan bahan kimia, plastik, dan pupuk. Bahkan sampai ke pengolahan dan pemasaran daging.

“Dari tahun 1960an hingga 1980an, perusahaan ini mengakuisisi saham di pertambangan batu bara, manufaktur bahan kimia, plastik, dan pupuk, serta pengolahan dan pemasaran daging.”

Nama panggilan perusahaan tersebut menjadi “Oxy.” Moniker tersebut melekat ketika perusahaan tersebut tumbuh menjadi pemain internasional yang besar. Pendorong utama pertumbuhan tersebut adalah Libya. Pada tahun 1967, Hammer secara pribadi memenangkan konsesi minyak di sana. Hal ini menyusul penemuan minyak besar-besaran di negara tersebut. Namun lanskap geopolitik telah bergeser. Pemerintah revolusioner Libya mengancam akan menasionalisasi produksi minyak pada tahun 1970an. Occidental menawarkan konsesi untuk mencegah hal tersebut. Kesepakatan-kesepakatan tersebut sangat membatasi pendapatan dari wilayah tersebut. Ketegangan antara Libya dan Amerika Serikat kian memburuk. Pada tahun 1986, operasinya dihentikan seluruhnya.

Untuk mengisi kembali cadangan, Occidental melihat ke utara. Itu meluas ke Laut Utara. Penemuan minyak besar-besaran di sana terjadi pada tahun 1973. Strateginya dilanjutkan dengan akuisisi. Pada tahun 1982, perusahaan membeli Perusahaan Layanan Kota. Perusahaan ini menjual semua operasi penyulingan dan pemasaran pada tahun berikutnya. Kemudian, pada tahun 1986, mengakuisisi Midcon Corporation. Hal ini menjadikan Occidental salah satu jaringan pipa gas alam terbesar di Amerika Serikat.

Segmen kimia memperoleh kepentingan struktural selama periode ini. Pada tahun 1987, perusahaan menggabungkan aktivitas kimianya ke dalam Occidental Chemical Corporation, atau OxyChem. Anak perusahaan baru ini berkantor pusat di Dallas, Texas. Langkah ini menandai upaya tegas Hammer untuk beralih dari ketergantungan eksklusif pada usaha energi. Diversifikasi adalah tujuannya.

Hammer meninggal pada tahun 1990. Kepemimpinan diserahkan kepada Ray R. Irani. Dia menjabat sebagai presiden dan CEO selama 20 tahun. Masa jabatannya memiliki tujuan yang jelas. Mengurangi beban utang. Memfokuskan kembali operasi pada produksi minyak dan gas yang menguntungkan. Diversifikasi luas pada era Hammer telah dibatalkan. Ketertarikan pada pengepakan daging telah terjual. Produk pertanian didivestasi. Operasi penambangan batu bara dihentikan. Aset Laut Utara dan jaringan pipa gas dari Midcon dijual.

Fokusnya menyempit, namun skalanya tetap besar. Pada tahun 1998, Occidental membeli cadangan gas alam dalam jumlah besar di Elk Hills Field. Ladang ini berada di California selatan dan dulunya merupakan bagian dari Cadangan Minyak Strategis pemerintah AS. Dua tahun kemudian, pada tahun 2000, perusahaan membeli Altura Energy, Ltd. Hal ini menambah cadangan di Permian Basin di Texas dan New Mexico.

Risiko geopolitik tetap menjadi faktor. Perusahaan ini mengejar proyek produksi dan pipa yang menguntungkan di Teluk Persia. Operasi diperluas khususnya di Oman dan Qatar. Pada tahun 2005, Occidental memperbarui operasinya di Libya. Kali ini, konteksnya telah berubah. Risiko politik dikelola secara berbeda. Melalui OxyChem dan anak perusahaan lainnya, bahan kimia tetap menjadi pilar. Mereka menghasilkan sepertiga pendapatan Occidental.

Ray R. Irani mengundurkan diri pada tahun 2011. Stephen I. Chazen mengambil alih. Perusahaan ini telah berkembang pesat sejak masa-masa awalnya sebagai eksperimen perlindungan pajak. Perusahaan ini berhasil bertahan dari nasionalisasi, kehancuran pasar, dan jebakan diversifikasi perusahaan. Fokus pada aset energi inti dan produksi bahan kimia menentukan era pasca-Hammer. Warisan dari serangan awal di California dan Libya masih bergema dalam portofolio perusahaan hingga saat ini.